SEBELUM MEMBACA POST INI SAYA HIMBAU PEMBACA MENYIAPKAN MADU ATAU SELAI STROBERI, DIKARENAKAN CERITA YANG SANGAT HAMBAR
Yah seperti judul aku akan menceritakan pengalamanku selama berada di dalam ekstra Madyapadma Journalistic Park. Madyapadma merupakan ekstra jurnalistik di sekolah SMA Negeri 3 Denpasar, yang pastinya tempat saya bersekolah hingga tahun 2017 (kalau naik kelas terus). Karena kata "pengalaman" berarti hal yang pernah dialami, berarti saya tidak perlu menceritakan tentang mengapa saya masuk ke Madyapadma kan? (booooooo) yaya, akan ku ceritakan kok.
Masuk ke ekstra Madyapadma sebenarnya merupakan sebuah kecelakaan, karena ketika mengisi formulir pendaftaran ekstra menurutku tidak ada ektra yang cocok dengan seleraku, aku juga nggak suka olahraga. Sehingga aku cap-cip-cup ekstra MP, KIR, dan PMR, aku memilih KIR karena pada kelas 12 nanti untuk mengambil ijazah aku harus mengumpulkan satu karya tulis ilmiah, jadi setidaknya aku perlu mengetahui cara membuat karya tulis ilmiah, PMR karena sepertinya tidak terlalu merepotkan, dan MP karena..... Yana(temanku) ngajakin. Setelah cap-cip-cup, ya hasilnya dapet MP , dah, gitu aja ceritanya. OK, lanjuuut
BULAN-BULAN AWAL SEBAGAI BULAN-BULANAN
MP dibagi menjadi beberapa divisi yang saya lupa jumlahnya dan lupa apa-apa aja, ingetnya sih redaksi, audiovisual, radio, buku, usaha, online, sama teknopener, teknopener atau tekhnopeneur ya? atau teknophener, atau tekhnopheneur, pokoknya gitu dah. Yang pastinya ketika pemilihan saya mendapat divisi redaksi, ketika saya tahu saya mendapat divisi redaksi, saya kaget biasa-biasa aja sih, tapi merasa aneh karena saya tidak bisa memikirkan kata-kata untuk dirangkai menjadi berita atau artikel, saya tidak bisa memikirkan ide dan pokok pikiran sebuah tulisan jurnalistik, dan saya tidak suka wawancara, tapi hanya bisa diterima saja. yah, bulan-bulan awal, pastinya tidak tahu teman se-ekstra, kakak kelas, dan pembina. Disuruh ini, ya kerjakan, disuruh itu, ya kerjakan. Di bulan-bulan awal juga diajarkan materi jurnalistik tentang cara bikin berita, artikel, profil, dll. Yang selalu masuk kiri keluar kiri (karena masuk kiri keluar kanan terlalu mainstream)
1/4× 10 BULAN MEMBUAT KORDING
Pekerjaan rutin sebagai adik kelas 10 di Madyapadma ya membuat Kording, yang diharapkan dapat meningkatkan kemampuan jurnalistik anggota baru ekstra Madyapadma ;) (that semicolon is not a typo, and also that bold bracket). Di kelompok kording saya bertugas sebagai pembuat karikatur dan layout luar, dimana saya sendiri tidak keberatan karena saya tidak bisa membuat tulisan jurnalistik. Di dalam kegiatan ini tidak terlalu banyak pengalaman menyenangkan dan lebih banyak pengalaman melelahkannya. Tetapi karena di segmen ini belum ada cerita pengalamannya yaudah saya ceritakan sebuah pengalaman di dalam membuat Kording. Jadi waktu itu kording kelompok saya berdeadline 2 hari lagi dan saya dalam masa karantina untuk OSN, karena kelompok yang menggunakan taktik the power of kepepet, H -2 baru mulai mengerjakan kording, dan sampai jam sebelas malam, saat itu di perjalanan pulang saya bertemu razia polisi dan untungnya tidak disuruh berhenti, tak lama kemudian saya bertemu razia polisi kedua (hal ini terjadi karena rumah saya sekitar 37Km dari sekolah) dan na'asnya saya disuruh berhenti, tapi dengan jurus berbincang ala termehek-mehek akhirnya uang aman SIM selamat. yeeeeeeee. OK, lanjuuut
PJTD
PJTD (Pelatihan Jurnalistik Tingkat Dasar) merupakan salah satu program kerja Madyapadma dimana di kegiatan ini dimana dilakukan pelatihan jurnalistik seperti membuat berita, artikel, kording, karikatur, layout, dll. OK, lanj, kenapa? pengalaman? oh yaya. Di PJTD ini pengalaman saya.... tidak ada yang berkesan sama sekali (jujur) di PJTD ini saya merasa sama saja seperti KBB di kelas. jadi, ya begitulah. OK bisa lanjut kan?
PRESSLIST (WAOW)
PRESSLIST (kepanjangannya lupa) merupakan lomba jurnalistik dan film tingkat nasional yang diselenggarakan MP, mungkin kedengaran megah dan mewah, tapi sebenarnya tidak jauh beda dengan lomba yang diselenggarakan SMA-SMA yang lain kok. Di PRESSLIST ini saya berperan sebagai sie pameran yang sangat malas. Menurut saya PRESSLIST ini seperti membuat kording, hanya saja kelompoknya seluruh anggota Madyapadma angkatan 37&38 (saya angkatan 38). Anehnya saat hari pelaksanaan PRESSLIST saya sama sekali tidak mengurus pameran, melainkan bolak-balik stage untuk membacakan nominasi. Yang saya paling suka di PRESSLIST? banyak stand makanannya :D. Tapi sebenarnya di PRESSLIST ini saya merasa menyesal karena bisa dibilang tidak banyak membantu, padahal saya ingin sekali menjadi sebuah panitia acara sekolah, tapi setelah diberikan kesempatan, saya malah membuang kesempatan itu, apalagi PRESSLIST merupakan acara yang terbilang besar, jadi jika siapa tahu kawan-kawan MP membaca post ini saya ingin meminta maaf karena ketika PRESSLIST saya tidak banyak membantu, tetapi saya pasti akan memberikan usaha yang jauh lebih baik pada PRESSLIST selanjutnya. OK sebelum lanjut kita liat beberapa foto PRESSLIST yuk!
![]() |
| Penulis yang memakai kacamata dan baju PRESSLIST |
PKSTD
PKSTD (Pelatihan Kepimpinan Siswa Tingkat Dasar) menurut saya seperti versi bawelnya PJTD, karena disini hampir setiap hari saya harus berbicara beribu-ribu kata di depan orang banyak. Sikap saya di PKSTD ini jauh berbeda dibandingkan PJTD dan PRESSLIST. Di PKSTD ini saya lebih cenderung banyak omong tetapi percaya atau tidak omongan yang saya lontarkan di PKSTD itu jujur semua. Dalam PKSTD yang paling berkesan adalah prosesnya, karena dalam proses PKSTD saya melihat perubahan dari anggota MP 38 termasuk saya sendiri yang saya tak dapat ungkapkan melalui kata-kata, di PKSTD saya disuruh debat, jadi presenter, Dah, liat foto dah
Yah mungkin segitu aja cerita-ceritanya, bye~ (worst ending ever)
Oh iya lupa, 1...2...3... M! P! TRISMA!





No comments:
Post a Comment